Senin, 27 Juli 2015

Coopetition Pengembangan Pariwisata Indonesia Dalam Menghadapi MEA 2015



Coopetition Pengembangan Pariwisata Indonesia
Dalam Menghadapi MEA 2015
Oleh : Cici Anggara, S.Pi


Kurang lebih setahun ke depan Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya akan masuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Kekhawatiran masyarakat akan gempuran produk-produk luar negeri ke pasar domestik membuat pekerjaan rumah bagi  pemerintah di masa pemerintah baru semakin besar. Dengan latar belakang pengusaha Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-JK semestinya paham betul akan kondisi  perekonomian Indonesia. Kondisi seperti ini kelak harus menjadi perhatian pemerintah dalam menyusun strategi pembangunan dan pemberdayaan sumber daya di Indoesia. Sehingga, kesejahteraan masyarakat pun kelak akan menjadi ‘pertaruhan’.
Industri pariwisata dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yakni dengan pemberdayaan mata rantai ekonomi industri kreatif. Di sisi lain,  jika tidak ingin ketinggalan dengan negara ASEAN lainnya, pemimpin Indonesia kedepan harus memiliki komitmen yang tinggi dalam perencanaan dan pembangunan pariwisata  berkelanjutan. Saat ini, pariwisata Indonesia masih tertinggal dengan Thailand, Singapura dan Malaysia. Padahal Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang tidak kalah menarik dengan tiga negara tersebut. Indonesia harus mampu menjadikan dan memberdayakan  potensi wisata, baik dari segi budaya, alam, bahari, kuliner, sejarah dan seluruh kekayaan yang dimiliki.
Masing-masing negara tentunya memiliki potensi wisatanya. Mereka saling berebut wisatawan mancanegara untuk datang ke negaranya. Tak pelak, persaingan promosi wisata pun terjadi. Masing-masing membangun tagline sebagai bahasa komunikasi kepada para wisatawan mancanegara. Malaysia misalnya, mengusung "Truly Asia." Indonesia mengusung "Wonderful Indonesia." Tapi, kompetisi ini tidak cukup kalau dilakukan sendirian. Perlu adaya kerjasama antarnegara untuk memajukan wisata di kawasannya.
Di sisi lain, Indonesia harus mampu memanfaatkan industri kreatif menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun pada dasarnya ASEAN telah menyepakati Strategi Pemasaran Pariwisata ASEAN akan tetapi Indonesia masih harus merancang dan memikirkan strategi baru dalam menarik wisatawan asing. Hal ini dikarenakan dalam kerja sama pariwisata ASEAN masih sangat memungkinkan bagi sesama anggota untuk saling berkompetisi dalam mendapatkan keuntungan. selanjutnya, Indonesia harus mampu memanfaatkan industri kreatif menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun pada dasarnya ASEAN telah menyepakati Strategi Pemasaran Pariwsata ASEAN akan tetapi Indonesia masih harus merancang dan memikirkan strategi baru dalam menarik wisatawan asing. Hal ini dikarenakan dalam kerja sama pariwisata ASEAN masih sangat memungkinakan bagi sesama anggota untuk saling berkompetisi dalam mendapatkan keuntungan. Strategi  Coopetisi  yang dikembangkan oleh Bradenburger dan Nalebuff bisa menjadi model baru bagi pembangunan pariwisata Indonesia. Strategi  coopetition merupakan gambungan konsep  coperation  dan  competition, yaitu negara-negara ASEAN bekerja sama dalam berdasarkan rancangan dan kerangka yang telah disepakati bersama untuk mendapatkan keuntungan yang besar namun secara simultan atau bersamaan masing-masing negara berupaya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Dalam hal ini, Morris mengkategorikan prinsip dasar dalam  coopetition ialah keuntungan bersama, kepercayaan dan komitmen. Selain itu, saling percaya dan komitmen yang kuat dapat mereduksi potensi- potensi konflik dalam kerja sama.
Pariwisata domestik harus mampu bersaing dengan pariwisata negara-negara ASEAN lainnya dengan membuat sesuatu yang unik berorientasi pasar dan konsumen. Produk dari industri kreatif memerlukan strategi pemasaran yang baik tidak hanya dari industri tapi juga  peran serta pemerintah sangat berpengaruh agar produk lokal industri kreatif kecil dan menengah dapat diminati tidak hanya warga lokal tapi juga warga negara asing.
Potensi wisata Indonesia harus dimanfaatkan dengan baik dan harus menjadi salah satu strategi pembangunan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang. Peran serta pemerintah untuk meningkatkan pariwisata domestik dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia menjadi harapan besar untuk membantu perekonomian, baik dalam  penciptaan lapangan kerja maupun pengentasan kemiskinan. Di negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Thailand dan Malayasia telah menjadikan sektor pariwisata menjadi sektor dominan, yang tidak hanya sebagai daya tarik tapi menjadi kunci dan strategi  pembangunan domestik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar