Coopetition Pengembangan Pariwisata
Indonesia
Dalam Menghadapi MEA 2015
Oleh : Cici Anggara, S.Pi
Kurang lebih setahun ke depan Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya
akan masuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Kekhawatiran masyarakat akan
gempuran produk-produk luar negeri ke pasar domestik membuat pekerjaan rumah
bagi pemerintah di masa pemerintah baru semakin besar. Dengan latar
belakang pengusaha Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-JK semestinya
paham betul akan kondisi perekonomian Indonesia. Kondisi seperti ini
kelak harus menjadi perhatian pemerintah dalam menyusun strategi pembangunan
dan pemberdayaan sumber daya di Indoesia. Sehingga, kesejahteraan masyarakat
pun kelak akan menjadi ‘pertaruhan’.
Industri
pariwisata dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, yakni dengan pemberdayaan mata rantai ekonomi industri kreatif. Di
sisi lain, jika tidak ingin ketinggalan dengan negara ASEAN lainnya,
pemimpin Indonesia kedepan harus memiliki komitmen yang tinggi dalam
perencanaan dan pembangunan pariwisata berkelanjutan. Saat ini,
pariwisata Indonesia masih tertinggal dengan Thailand, Singapura dan Malaysia.
Padahal Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang tidak kalah menarik
dengan tiga negara tersebut. Indonesia harus mampu menjadikan dan memberdayakan
potensi wisata, baik dari segi budaya, alam, bahari, kuliner, sejarah dan
seluruh kekayaan yang dimiliki.
Masing-masing
negara tentunya memiliki potensi wisatanya. Mereka saling berebut wisatawan
mancanegara untuk datang ke negaranya. Tak pelak, persaingan promosi wisata pun
terjadi. Masing-masing membangun tagline sebagai bahasa komunikasi kepada para
wisatawan mancanegara. Malaysia misalnya, mengusung "Truly Asia."
Indonesia mengusung "Wonderful Indonesia." Tapi, kompetisi ini tidak
cukup kalau dilakukan sendirian. Perlu adaya kerjasama antarnegara untuk
memajukan wisata di kawasannya.
Di
sisi lain, Indonesia harus mampu memanfaatkan industri kreatif menjadi daya
tarik tersendiri. Meskipun pada dasarnya ASEAN telah menyepakati Strategi
Pemasaran Pariwisata ASEAN akan tetapi Indonesia masih harus merancang dan
memikirkan strategi baru dalam menarik wisatawan asing. Hal ini dikarenakan
dalam kerja sama pariwisata ASEAN masih sangat memungkinkan bagi sesama anggota
untuk saling berkompetisi dalam mendapatkan keuntungan. selanjutnya, Indonesia harus mampu memanfaatkan
industri kreatif menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun pada dasarnya ASEAN
telah menyepakati Strategi Pemasaran Pariwsata ASEAN akan tetapi Indonesia
masih harus merancang dan memikirkan strategi baru dalam menarik wisatawan
asing. Hal ini dikarenakan dalam kerja sama pariwisata ASEAN masih sangat
memungkinakan bagi sesama anggota untuk saling berkompetisi dalam mendapatkan
keuntungan. Strategi Coopetisi
yang dikembangkan oleh Bradenburger dan Nalebuff bisa menjadi model baru
bagi pembangunan pariwisata Indonesia. Strategi
coopetition merupakan gambungan konsep
coperation dan competition, yaitu negara-negara ASEAN bekerja
sama dalam berdasarkan rancangan dan kerangka yang telah disepakati bersama
untuk mendapatkan keuntungan yang besar namun secara simultan atau bersamaan
masing-masing negara berupaya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Dalam hal ini, Morris mengkategorikan prinsip dasar dalam coopetition ialah keuntungan bersama,
kepercayaan dan komitmen. Selain itu, saling percaya dan komitmen yang kuat
dapat mereduksi potensi- potensi konflik dalam kerja sama.
Pariwisata
domestik harus mampu bersaing dengan pariwisata negara-negara ASEAN lainnya
dengan membuat sesuatu yang unik berorientasi pasar dan konsumen. Produk dari
industri kreatif memerlukan strategi pemasaran yang baik tidak hanya dari
industri tapi juga peran serta pemerintah sangat berpengaruh agar produk
lokal industri kreatif kecil dan menengah dapat diminati tidak hanya warga
lokal tapi juga warga negara asing.
Potensi wisata Indonesia harus dimanfaatkan
dengan baik dan harus menjadi salah satu strategi pembangunan ekonomi Indonesia
di masa yang akan datang. Peran serta pemerintah untuk meningkatkan pariwisata
domestik dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia menjadi
harapan besar untuk membantu perekonomian, baik dalam penciptaan lapangan
kerja maupun pengentasan kemiskinan. Di negara-negara ASEAN lainnya seperti
Singapura, Thailand dan Malayasia telah menjadikan sektor pariwisata menjadi
sektor dominan, yang tidak hanya sebagai daya tarik tapi menjadi kunci dan
strategi pembangunan domestik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar